Sajak tentang rembulan, yang terinspirasi oleh seorang kawan yang nun jauh di sana. Dua baris pertamanya ditulis olehnya +dan sisanya diriku yang meneruskan. Silakan yang memiliki hak cipta kepada dua baris pertama mengaku di sini hehehe
++ Rembulan ++
Tidakkah kau lihat rembulan tampak anggun malam ini?
Telanjang tanpa selembar awanpun menyelimuti dari langit malam?
Terlukis warna merah merona di wajahnya yang tersipu malu
Kalahkan cahaya ribuan bintang yang meredup karenanya
Namun dapatkah kau rasakan kesepian yang mencekam?
Teruntuk mentari, rembulan setia menanti
Bertahan dalam kesendirian, tiada yang menemani
Tahukah kau, aku jalani hidup sang rembulan?
Anggun bersahaja, berikan secercah cahaya di kegelapan malam
Namun tetap saja, rembulan tetap sendiri, rindukan mentari…
Dan tanpamu, mentariku, semua cahayaku akan hilang.
Aku akan meredup mati.
Tak berarti.
No comments:
Post a Comment