28 June 2009

++ Sajak-Sajak Kolaborasi ++

Berikut sekumpulan sajak yang tercipta dari dari keisenganku, yang menantang pesajak lain untuk merampungkan sajak-sajak yang udah dimulai :D

++ Ilalang ++

Terkisah hidup sang ilalang,
Kepada langit ia s’lalu memandang.

Tiada lelah ia melambai-lambai,
Kasih langit coba ‘tuk ia gapai.

Namun Ilalang hanya makhluk biasa,
Langit ‘tak pernah menyambut cintanya.

Ilalang hanya bisa terdiam tanpa kata,
Kala langit menitikkan air mata.

Ilalang hanya bisa terbakar cemburu,
Kala bersama awan, langit bercumbu.

Ilalang hanya bisa menatap tanpa daya,
Kala buih air melukis wajah langit dengan pelangi tujuh warna. **

Walau pedih akan kasih ‘tak tersampaikan,
Tetap kasih Ilalang ‘tak tergoyahkan.

Ilalang tetap menanti setia,
‘Tak terbuai oleh belaian angin mesra.

Ilalang tetap menatap ke atas den terus tumbuh,
‘Tak hancur oleh injakan-injakan mereka yang angkuh.

Ilalang sang pecinta tetap bahagia,
Karena setidaknya, di mata langit, ia ada.

Laksmi Tjahjono; Madiun, 12 Juni 2009 16.25 (original)
Yogyakarta, 20 Juni 2009 00.25 (revisi)**


***

Ilalang, ilalangku kesepian...
Kering dirimu bak hadapi kematian.

Tidakkah kau dengar makna alam?
Kasih sayang Tuhan melalui langit,awan, dan hujan atas ilalang:

Tiupan angin lembut sepoi belai dirimu perlahan,
Sampaikan pesan dari seberang lautan,
Rintik hujan kecil sejukkan kehidupan,
Langit biru tawarkan dirimu terang,
Awan kecil rangkulimu dari teriknya rona sonar sang surya,
Pelangi indah pun percaya ‘tuk jejakkan kedua pucuknya di bahu lemahmu.

Ilalang, hidupmu di atas bukit kebahagiaan,
Hijaukan padang, damaikan hati, terangkan soca.
Ilalang, meski kau tetaplah ilalang...
Pun begitu, kau berikan warna bagi langit dan kehidupan.

FR; Makassar, 12 Juni 2009 23.37


++ Cahaya ++

Tertegun aku dalam kegelapan
Tiada cahaya menerangi jalanku
Tertidur lelap sang rembulan
Berselimutkan awan kelam nan kelabu

***
Terangi, hangatkan hatiku yang beku,
Bukanlah sekedar fajar merah merekah,
Pun senja merah merona.
Adalah hati bening putih kekilauan,
Tuntunku dalam damai, biru kedamaian.

Baris 1 – 4, Laksmi Tjahjono, Yogyakarta 8 Juni 2009, 21:22
Baris 5 – 9, FR, Makassar 8 Juni 2009, 22:35

No comments:

Post a Comment