Indahnya jatuh cinta, membawa sejuta inspirasi. Berikut adalah sajak yang dulu kutulis untuk kaum Adam yang pernah singgah di hati. Mengingat-ingat masa lalu, begitu indah namun tak terlepas dari kepahitan ketika rasa itu tak tersampaikan. Tetapi setidaknya, aku bersyukur karena proses jatuh cinta dan patah hati telah mendewasakanku sebagai wanita.
++ Belenggu ++
Aku ingin bertemu
Walau hanya sekali saja
‘tuk lepaskan belenggu
Yang lama menyesakkan dada
Seribu senja telah berlalu
Tapi rasa ini tak kunjung padam
Bayang-bayangmu menghantuiku
Menyiksaku kala malam mencekam
Tanpa sepenggal ucapan perpisahan
Engkau menghilang dari hidupku
Yang menemaniku kini penyesalan
Lukiskan kisahku dengan warna kelabu
Kasih tak terungkap,
Aku ingin sampaikan sesuatu…
Kasih tak terucap,
Betapa aku mencintaimu.
Selalu.
++ Terima Kasih Atas Harapan ++
Terima kasih aku ucapkan
Tak kau belai aku dalam pelukan
Tak juga cinta ini kau campakkan
Kau izinkan aku hidup dalam harapan
Waktu berdua, terasa menyesakkan
Aku tak tahu apa yang kau rasakan
Aku tenggelam dalam kebimbangan
Yang terasa begitu menyesakkan
Namun dalam kebersamaan
Membawa kebahagiaan
Darimu kudapatkan segenggam kenangan
Yang tak kan pernah terlupakan
Kini aku mundur perlahan-lahan
Karena tak jua kutemukan jawaban
Dan aku takut terhenti di depan,
Oleh dinding ketidakpastian
Seiring langkahku, aku katakan
Walau rasa ini tak terungkapkan
Setidaknya aku pernah hidup dalam harapan
Harapan, kau dan aku disatukan
No comments:
Post a Comment