28 June 2009

++ Sajak-Sajak Perjalanan ++

Sekumpulan sajak yang tertulis ketika aku berada dalam perjalanan.

++ Yang Kusyukuri ++

Bukan intan berlian yang begitu berharga
Namun hamparan luas padang padi di luar sana
Bermandikan cahaya mentari senja
Emas berkilauan takjubkan mata

Bukan tarian wanita molek yang mempesona
Namun pohon pisang yang melambai malu-malu
Dengarkan bisikan angin sore mesra nan merdu
Indahnya begitu menyejukkan kalbu

Bukan petikan-petikan harpa yang meresap di hati
Namun suara panggilan doa di penutup hari
Iringi nyanyian burung camar yang berterbangan tinggi
Menyeru-nyeru bangkitkan jiwa yang mati

Bukan uang materi yang aku syukuri
Namun bisa hidup satu hari lagi
Saksikan beralih tahtanya sang mentari
Bersama seseorang yang aku sayangi

Madiun, 18 Juni 2009 17.23 (original)
Yogyakarta, 19 Juni 2009 23.34 (revisi)


++ Terlelaplah ++

Tertidur lelap di sampingku
Gadis kecil manis nan lugu
Tergerai rambut panjangnya
Hitam tebal nan bercahaya

Lelah tersirat di wajah mungilnya
Namun ‘tak pupuskan pesona yang ada
Raungan kereta bisingkan telinga
Namun senandung lirih tidurnya hangatkan jiwa

Ah gadis kecilku, adik sepupuku
Biarlah angin malam membelaimu
Antarkan dirimu ke alam kedamaian
Hingga kita tiba di tempat tujuan

Klaten, 18 Juni 2009 20.15

++ Senja Perjalanan ++


Kulihat terbentang di luar jendela,
langit berhiaskan nada-nada nila dan jingga.
Kudengar mesin bergemuruh perkasa,
meredam senandung alam di luar sana.

Walau tiada terdengar olehku,
kubayangkan burung-burung berkicau merdu,
tandai waktu ‘tuk sang maha surya,
kembali ke peristirahatannya.

Walau tubuh terduduk penat,
kurasakan bahagia yang teramat sangat,
karena kala rembulan bercahaya,
‘ku ‘kan bertemu mereka yang tercinta.

Dan kupanjatkan syukur kepada Tuhan,
yang t'lah melimpahkan hidupku dengan cinta dan kebahagiaan.

Nganjuk, 12 Juni 2009 17.30

No comments:

Post a Comment