28 June 2009

++ ArtiNya Bagiku ++

Berawal dari tantangan. Aku menantang seorang kawan untuk menuliskan sesuatu untukku, dan dia bisa memintaku untuk menulis tentang tema yang dia pilih. Aku tertegun ketika dia menyebut, "Tuhan". Hmmm tema yang sukar (bahkan hampir tidak mungkin) untuk diungkapkan dengan kata-kata. Namun aku coba semampuku... melembur semalaman dan diitemani oleh secangkir dua cangkir kopi susu. Mungkin di lain kesempatan akan kurevisi. Entahlah.

++ ArtiNya Bagiku ++

Ada mereka, yang menolak keberadaanNya;
Nyatakan dari benang-benang imajinasi manusia Dia tercipta,
Dan dariNya, bersumber kebencian antar manusia.

Ada mereka, yang tergetar bibir kala mengucap namaNya,
Takuti azab ‘bencana ‘kan menimpa, bila ‘tak menyembahNya.
Azab, yang ‘kan menyiksa di dunia sini dan di alam sana

Ada mereka, yang bersimpuh menangis kala berbincang denganNya,
Haturkan rasa terima kasih yang tiada ada taranya,
Walau hidup mereka sebenarnya jauh dari sempurna.

Ada mereka, yang hanya dalam duka dan lara mengingatNya,
Berbondong-bondong memohon agar hidup lebih berwarna,
Dan sekejap terlupa mereka tentangNya kala bahagia.

Ada mereka, yang terbakar semangat kala terserukan namaNya
Rela korbankan nyawa dalam peperangan yang membara,
Hunus dan ayunkan pedang ‘tuk tegakkan kekuasaanNya.

Beda manusia,
beda makna,
beda perilaku yang tercipta…

Bagiku, walaupun Dia ‘tak nampak oleh mata,
Walaupun Dia ‘tak dapat tersentuh oleh indra rasa,
‘Kupercaya Dia tidaklah tiada.

Bagiku, Dia kuasa lakukan segalanya,
Ciptakan dunia dan menghancurkannya dalam sekejap saja,
Pun begitu, kiranya ‘ku ‘tak “menakutiNya”, tapi kagumi keagunganNya.

Dalam hidupku, yang kurasa akan bentuk keberadaanNya,
Bukanlah pencipta bencana, atau pemantik semangat yang membara.
Dia adalah mata air cinta.

Dia adalah cinta bagi umatNya,
Walau sering cintaku kepadaNya terlupa,
Kala ‘kukejar hal-hal fana tiada berguna.

Dia adalah cinta bagi umatNya,
Walau sering cintaku pada diriku nyaris sirna,
Kala ‘ku terperosok dalam jurang putus asa.

Walau kuasa Dia ‘tuk murka, Dia tetaplah Maha pencinta,
Untukku dia ciptakan jalur untukku ‘tuk bertemu dengannya,
Seseorang yang begitu dalam cintanya kepadaNy

Terbuka pintu hatiku oleh dia yang dikirim untukku olehNya,
Terbangun dari mati suri cintaku kepadaNya,
Dan kini kurasa indahnya hidup dengan mencintaiNya.

Dan karena cintaku kepadaNya kulihat cahaya,
Yang dahulu tertutupi oleh putus asa yang membuatku buta,
Perlahan aku belajar ‘tuk mencintai diri yang dahulu kuanggap hina.

Tanpa menerima keberadaanNya, mungkin aku bisa tertawa,
Walau begitu ‘kuyakin hidupku ‘kan hampa,
Karena ketiadaan cinta.

Dan karenaNya, aku mengenal cinta,
CintaNya kepadaku, salah satu hambaNya,
Cintanya kepadaNya yang memberikan secercah cahaya,
Cintaku kepadaNya yang mengisi hati yang hampa,
Cintaku kepada umatNya yang membuatku bahagia,
Dan semua cinta yang bersumber dariNya t’lah membuat hidup lebih bermakna.

Yogyakarta, 26 Juni 2009 2:22

No comments:

Post a Comment