27 June 2009

++ Sajak-sajak Mimpi ++

Dua sajak dengan penafsiran yang berbeda tentang mimpi.
++ Sajak Mimpi (Indah) ++

Mimpi.
Engkau berikan naungan dan kedamaian,
‘Tuk mereka yang diterpa badai kehidupan.

Mimpi.
Engkau lukiskan hasrat terpendam,
‘Tuk mereka yang berkanvaskan cita ‘tak berwarna, buram.

Mimpi.
Engkau ciptakan jalur pertemuan,
‘Tuk mereka yang terpisah oleh lautan.

Mimpi.
Engkau kisahkan roman berakhir bahagia,
‘Tuk mereka yang dimabuk asmara.

Mimpi.
Engkau bangkitkan inspirasi
‘Tuk mereka seniman yang sedang mati suri

Ah Mimpi,
Engkau sumber kehidupan.
Engkau sumber kebahagiaan.
Engkau sumber inspirasi.
Bagi mereka…

Namuh tidak bagiku,
Yang s’lalu luluh lantak karenamu…

Engkau berikan keindahan ‘tak terhingga
Yang hanyalah buih-buih fana nan ‘tak nyata
‘Kan hilang ‘tak berbekas kala mata terbuka
Dan membuatku hampa karenanya.

Engkau pertemukan aku dengan lelaki yang kurindu
Namun kala rasa antara aku dan dia ‘kan bersatu,
Sekejap engkau hancurkan semua itu
Tinggalkan aku yang terjaga ‘tuk menangis pilu

Ah Mimpi, engkau bagaikan candu
Engkau suntikkan ke nadi hidupku kebahagiaan semu,
Engkau membuatku gila kala semua berlalu,
Engkau memenjaraku, membelengguku…
Dan selamanya ‘ku ‘kan menjadi budakmu.

Jember, 16 Juni 2009 23.44

++ Sajak Mimpi (Buruk) ++

Mimpi,
Engkau adalah musuh abadi,
Yang s’lalu mencoba ‘tuk membunuhku berkali-kali,
Dengan cara yang teramat keji:

Engkau tenggelamkan diriku ke samud’ra ‘tak bertepi
Engkau bakar diriku dalam kobaran api,
Engkau bekukan diriku dalam gunung es yang menjulang tinggi
Engkau penjarakan diriku tanpa kawan di gua sunyi
Engkau menikamku dengan seribu belati
Engkau kisahkan mereka yang kucinta dengan tragedi
Engkau bawa masa lalu kelam ‘tuk menghantui
Engkau coba yakinkan masa depan ‘ku kan mati

Mimpi, senantiasa engkau mencoba
‘Tuk membuat hidupku sengsara
Namun kegagalan ‘kan s’lalu egkau sua
Karena aku tahu engkau ‘tak nyata!
Kegelapanmu ‘kan ‘tak berbekas, sirna
Kala mataku terbuka dan mentari pagi kusapa

Ah mimpi, musuh abadiku,
Walau ‘tak ‘kan pernah aku lepas darimu
Walau engkau kejam kepadaku s’lalu
Terima kasih ‘kan aku ucapkan,
Karenamu aku bisa melihat keindahan
Yang tersirat dalam nyatanya kehidupan.

Jember, Juni 17 2009 00:24

No comments:

Post a Comment