When the midnight sky no longer burnt,
And the City clamor faded into stillness,
'Twas the time when two souls met,
Whose eyes interlocked,
And fingers intertwined the other's.
Words were exchanged,
Thoughts were shared,
Hearts were unlocked,
Secrets were unveiled,
And dreams were written.
In that quietness of the night,
One could only wish,
That Time would melt into Eternity...
***
Sydney (Ashburner Street), 26th January 2012 2:41am
26 January 2012
11 January 2012
++ Nama ++
Sebelum kalian menduga hal-hal yang [tidak] diinginkan, tulisan ini bukan surat cinta :p.
***
Sang pujangga pernah menuliskan dengan penanya, “Apalah arti sebuah nama?”
Mungkin dia tidak tahu rasanya jatuh cinta pada sebuah nama. Tahukah, aku jatuh cinta pada namamu di kali pertama aku mendengarnya? Nama yang sederhana, bahkan biasa, namun aku tidak pernah bosan untuk mengucapkannya. Bahkan ketika engkau memintaku untuk memanggilmu dengan nama yang berbeda, karena sebagai seniman kata engkau memiliki nama pena, aku menolaknya. Karena bagiku, tiada yang lebih indah dari nama yang engkau punya.
Tahukah, karena namamu, kini padamu aku jatuh cinta? Namamu lah yang membuat wajahmu terbayang setiap kali aku mendengarnya. Namamu lah yang membuat jantungku bergetar setiap kali aku mengucapkannya. Namamu lah yang membuatku ingin menjadi sahabat hidupmu untuk selama-lamanya. Karena aku ingin memanggil namamu, dengan nada dan air muka yang berbeda-beda. Sedih, marah, kecewa, bahagia, dan mesra.
Walaupun akhirnya keinginan dan kenyataan adalah dua hal yang berbeda, aku akan tetap cinta. Walaupun suatu saat wajahmu buram dalam ingatanku, dalam hatiku namamu akan selalu berada – di tempat yang paling istimewa.
***
Sang pujangga pernah menuliskan dengan penanya, “Apalah arti sebuah nama?”
Mungkin dia tidak tahu rasanya jatuh cinta pada sebuah nama. Tahukah, aku jatuh cinta pada namamu di kali pertama aku mendengarnya? Nama yang sederhana, bahkan biasa, namun aku tidak pernah bosan untuk mengucapkannya. Bahkan ketika engkau memintaku untuk memanggilmu dengan nama yang berbeda, karena sebagai seniman kata engkau memiliki nama pena, aku menolaknya. Karena bagiku, tiada yang lebih indah dari nama yang engkau punya.
Tahukah, karena namamu, kini padamu aku jatuh cinta? Namamu lah yang membuat wajahmu terbayang setiap kali aku mendengarnya. Namamu lah yang membuat jantungku bergetar setiap kali aku mengucapkannya. Namamu lah yang membuatku ingin menjadi sahabat hidupmu untuk selama-lamanya. Karena aku ingin memanggil namamu, dengan nada dan air muka yang berbeda-beda. Sedih, marah, kecewa, bahagia, dan mesra.
Walaupun akhirnya keinginan dan kenyataan adalah dua hal yang berbeda, aku akan tetap cinta. Walaupun suatu saat wajahmu buram dalam ingatanku, dalam hatiku namamu akan selalu berada – di tempat yang paling istimewa.
Subscribe to:
Posts (Atom)