08 June 2009

++ Sajak Kepalsuan ++

Pernahkah kamu merasa, kamu tidak pernah bisa mengungkapkan isi hati? Tidak bisa mengekspresikan diri sendiri? Dan yang bisa kmu lakukan hanyalah menulis puisi, tempat satu-satunya kamu bisa menjadi diri sendiri

++ Seni ++

Kebohongan adalah sebuah seni,
Dan aku adalah pelaku seni sejati,
Yang jalani hidup ini sendiri
Tanpa ada seorang pun yang mengerti.

Suatu pagi, di atas panggung ku berdiri
Berhiaskan topeng sejuta ekspresi
Yang setiap saat dapat kuganti
Agar raut wajah asli ini tertutupi

Suatu siang, aku adalah biduan
Nyanyikan lagu teruntuk mereka yang kasmaran
Terdengar indah dan menyejukkan
Tenggelamkan rintihan hati yang kesepian

Suatu senja, aku berjalan melenggak-lenggok menggoda
Berbalutkan busana indah dipandang mata
Lembut bagai sutra jika disentuh, dirasa
Sembunyikan luka yang perih menganga

Ya, aku adalah pelaku seni sejati,
Yang bertujuan bukan untuk mengkspresikan diri
Namun untuk melukiskan dusta atas nama mimpi
Yang selama ini dirindukan oleh hati.

Dan mereka penikmat seni,
Mengganggap mimpi ini refleksi diri
Tak sadar bahwa mereka t’lah dibohongi
Dan aku, ketidakjujuranku hanya bisa kuratapi

Sebenarnya aku begitu berharap,
Suatu saat akan datang dia;
Yang dapat melihat,
Air mata yang mengalir di balik topeng senyumku

Yang dapat mendengar,
Tangisan hatiku yang teredam oleh tawa palsuku

Yang dapat merasakan,
Kerasnya hidupku yang tersembunyi di balik kelembutan gerakku

Namun dia tak kunjung tiba.
Dan kutapaki hidup seperti hari-hari yang t’lah terlalui
Seorang diri.

++ Wanita ++

Wanita adalah ahli bersandiwara,
Hiasi hidupnya dengan seribu dusta.

Wanita bisa berkata, “Aku baik-baik saja.”,
Walau hidupnya bergelimang duka dan lara

Wanita bisa tersenyum dan lebar tertawa,
Walau hatinya sesak dan tenggelam oleh air mata

Wanita bisa nampak mandiri dan bercahaya,
Walau kabut kesepian menyelimuti sanubarinya

Wanita bisa terlihat tegar laksana baja
Walau dia rapuh bagai kaca

Wanita bisa diam ‘tak berucap kata
Walau amarah membakar jiwanya

Wanita bisa duduk tenang bersahaja
Walau jantuknya berdetak kencang, bergelora

Dan aku adalah seorang wanita
Jika aku berkata, “aku baik-baik saja.”,
Akankah dirimu percaya?

No comments:

Post a Comment