Biarlah senja pergi dan malam menemani,
Membawakan kegelapan yang menyelimuti;
Setidaknya dapat kulihat dengan seksama,
Indahnya kerlingan bintang nun jauh di sana.
Biarlah dunia diam ‘tak berucap kata,
Mengisyaratkan kesunyian ke mata jiwa;
Setidaknya dapat kudengar walau perlahan,
Denyut urat leherku penanda kehidupan.
Biarlah angin Barat dan Timur bertiupan,
Menusukkan belati bermata kedinginan;
Setidaknya dapat kurasa lembut membuai,
Kehangatan sapaan mereka yang berdamai.
Biarlah berlayar bahtera kesendirian,
Melawan arus manusia menenggelamkan.
Setidaknya dapat kugerakkan dengan bebas,
Nahkoda hidupku, ke alam yang ‘tak berbatas.
Biarlah.
Tidak apa-apa mereka seperti apa,
Bagiku sudah cukup di sini aku ada.
Dan dengan rasa ini aku pun bahagia.
Sydney Ashburner Street, 14 Desember 2009 00.59
14 December 2009
11 December 2009
++ Percaturan hidup ++
Bagai papan catur hitam dan putih, itulah kehidupan,
Terdapat jalur yang lurus, adapula yang menyimpangkan.
Sering terhenti langkahmu oleh musuh yang menahan,
Kadang harus rela berkorban, agar ajang itu ‘kau menangkan.
Akan kah ‘kau sangka bahwa yang paling kecil nampaknya,
Bisa jauh lebih berharga daripada yang paling besar bentuknya?
Tahu kah ‘kau setiap langkah yang ‘kau ambil adalah sebuah taruhan,
Yan ‘kan tentukan hidupmu ‘kan berbuah kekalahan atau kemenangan?
Namun ingatlah, tidaklah bisa ‘kau anggap hidup sebagai permainan,
Yang bisa ‘kau menangkan dengan sekedar membaca buku panduan.
Dan janganlah ‘kau ikuti, walau mereka terkenal ahli dalam bidangnya,
Karena setiap manusia menjalani hidup yang berbeda.
Ingin ‘ku berseru kepadamu, hai kawan, pergunakanlah akalmu,
Pikirkanlah baik-baik, ke arah mana ‘kau inginkan hidupmu ‘tuk menuju!
Gerakkan bidak-bidak hidupmu sendiri dengan mengikuti kata hati,
Pada akhirnya, semua ‘kan ‘kau pertanggungjawabkan sendiri.
‘Tak ‘kan ada mereka di sampingmu, ‘tak kan mereka menolongmu,
Jika pada [analisa] akhir, ‘kau dapati dirimu kalah dan tumbang semua bidakmu.
Maka percayalah pada dirimu sendiri, dan raihlah kemenangan yang nyata,
Dengan bidak hidupmu yang berdiri, berat jika ditimbangnya.
Sydney Ashburner Street, 9 Desember 2009 00.53
Terdapat jalur yang lurus, adapula yang menyimpangkan.
Sering terhenti langkahmu oleh musuh yang menahan,
Kadang harus rela berkorban, agar ajang itu ‘kau menangkan.
Akan kah ‘kau sangka bahwa yang paling kecil nampaknya,
Bisa jauh lebih berharga daripada yang paling besar bentuknya?
Tahu kah ‘kau setiap langkah yang ‘kau ambil adalah sebuah taruhan,
Yan ‘kan tentukan hidupmu ‘kan berbuah kekalahan atau kemenangan?
Namun ingatlah, tidaklah bisa ‘kau anggap hidup sebagai permainan,
Yang bisa ‘kau menangkan dengan sekedar membaca buku panduan.
Dan janganlah ‘kau ikuti, walau mereka terkenal ahli dalam bidangnya,
Karena setiap manusia menjalani hidup yang berbeda.
Ingin ‘ku berseru kepadamu, hai kawan, pergunakanlah akalmu,
Pikirkanlah baik-baik, ke arah mana ‘kau inginkan hidupmu ‘tuk menuju!
Gerakkan bidak-bidak hidupmu sendiri dengan mengikuti kata hati,
Pada akhirnya, semua ‘kan ‘kau pertanggungjawabkan sendiri.
‘Tak ‘kan ada mereka di sampingmu, ‘tak kan mereka menolongmu,
Jika pada [analisa] akhir, ‘kau dapati dirimu kalah dan tumbang semua bidakmu.
Maka percayalah pada dirimu sendiri, dan raihlah kemenangan yang nyata,
Dengan bidak hidupmu yang berdiri, berat jika ditimbangnya.
Sydney Ashburner Street, 9 Desember 2009 00.53
01 December 2009
++ Emas ++
Bagaikan butiran-butiran logam mulia,
Bertebaran di seluruh pelosok dunia,
Terbenam dalam lumpur yang bertimbun, tanpa daya,
Tidaklah berharga bila hanya dipandang sebelah mata.
Itulah mereka, individu-individu kesendirian,
Menempuh dalam sunyi jalan kebenaran,
Di alur hidup yang penuh akan pencemaran,
Terasingkan, namun tetap mereka bertahan.
Biarlah… sudah damai hati melihat mereka ada,
Mengabdi dengan hati tenang dan bersahaja,
Mempersembahkan kepada dunia yang hampir ‘tak berwarna,
Setitik keindahan sejati yang [kini] sangatlah langka.
Tahukah, bila butiran-butiran ini dikumpulkan dan dileburkan,
‘Kan menjadi sebongkah emas yang indah berkilauan?
Dan dalam kemurnian, ‘tak ‘kan pernah mereka tunjukkan,
Setitik noda pun karat, hingga bersua kita dengan penutup jaman.
Karena itu, ingin hatiku 'tuk berkata,
Bersabarlah dan teruslah pantulkan cahayaNya,
Di manapun kalian berada...
30 November 2009, Sydney Ashburner Street 13.12
Bertebaran di seluruh pelosok dunia,
Terbenam dalam lumpur yang bertimbun, tanpa daya,
Tidaklah berharga bila hanya dipandang sebelah mata.
Itulah mereka, individu-individu kesendirian,
Menempuh dalam sunyi jalan kebenaran,
Di alur hidup yang penuh akan pencemaran,
Terasingkan, namun tetap mereka bertahan.
Biarlah… sudah damai hati melihat mereka ada,
Mengabdi dengan hati tenang dan bersahaja,
Mempersembahkan kepada dunia yang hampir ‘tak berwarna,
Setitik keindahan sejati yang [kini] sangatlah langka.
Tahukah, bila butiran-butiran ini dikumpulkan dan dileburkan,
‘Kan menjadi sebongkah emas yang indah berkilauan?
Dan dalam kemurnian, ‘tak ‘kan pernah mereka tunjukkan,
Setitik noda pun karat, hingga bersua kita dengan penutup jaman.
Karena itu, ingin hatiku 'tuk berkata,
Bersabarlah dan teruslah pantulkan cahayaNya,
Di manapun kalian berada...
30 November 2009, Sydney Ashburner Street 13.12
Subscribe to:
Posts (Atom)