09 June 2009

++ Kisah Kasih Sang Gadis Buta ++

Terbesit inspirasi (lagi-lagi!) ketika aku membaca komik ‘Blue Tears’ karangan Yukari Kawachi yang mengisahkan seorang gadis buta yang jatuh cinta kepada seorang lelaki yang pernah menolongnya. Aku kemudian berpikir mengenai cinta sang gadis buta; betapa tulus dan dalam dia mencintai seseorang karena dia jatuh cinta bukan karena penampilan, namun kepribadian. Sebenarnya aku juga bertanya-tanya mengenai perasaan dan pemikiran orang-orang buta yang jatuh cinta. Apa yang mereka bayangkan mengenai Yang Terkasih? Terciptalah sajak ini untuk mendalami karakter gadis buta di komik yang kusebutkan di atas. Sebenarnya ceritanya berakhir bahagia, tetapi berhubung aku pecinta kisah-kisah sendu mengharu biru, aku ubah kisah gadis buta di akhir sajak ini *menghindar dari lemparan sepatu dan tomat dari pembaca*. Selamat menikmati.


++ Kisah Kasih Sang Gadis Buta ++

Tiada pernah kulihat sepanjang hidupku
Langit senja yang merah tersipu malu,
Samud'ra yang berkilauan gemilang biru
Atau padang hijau yang menyejukkan kalbu

Yang s’lalu terbentang di depan mata;
Kabut hitam tiada bertepi
Karena takdir t’lah berucap kata
Dalam gelap hidup ‘kan kujalani

Namun mata hatiku ‘kan s’lalu terbuka
Kulihat kemilau cahaya
Kala dengan sosoknya ‘ku berjumpa
Lukiskan hidup dengan sejuta warna

Pertama bersua dia ulurkan tangan P
adaku yang tersandung di lintas kehidupan
Sentuhannya membawa kelembutan
Membuat hati terasa tentram dan nyaman

Sekejap jadikan dia bagian dari hidupku
Ketulusannya terasa manis di kalbu
Dan kini tiada malam datang dan berlalu
Tanpa diriku yang merindu ‘tuk bertemu

Ah, terucap mesra dari bibirnya
Munculkan percikan-percikan rasa
Yang memantik gelora di dada
Dan membakar jiwa dengan api asmara

---

Duhai pemilik suara yang terdengar merdu
Walau hanya bisa ‘ku menerka raut wajahmu
Dan lukiskan sosokmu di atas kanvas anganku
Yakinlah, rasa ini bukanlah bayang-bayang semu

Aku tahu aku bukanlah untukmu
Karena t’lah tersurat takdir, satu:
Di bawah gelap bersemayam diriku,
Dan kau ‘kan bermandikan cahaya s’lalu

Tapi izinkan aku yang ‘tak berteman dengan cahaya
‘Tuk s’lalu menggengam rasa yang begitu indahnya
Dan lirih aku ‘kan memohon kepadaNya
‘Kan dipertemukanmu dengan wanita yang sempurna.

Yogyakarta, 9 Juni 2009 12:05am

PS: Lama-lama blogku jadi tempat penampungan sajak-sajak yang kutulis. Entahlah akhir-akhir ini aku senang sekali menulis sajak ^^.

*Menulis sajak lagi aaahhh*

No comments:

Post a Comment