29 November 2009

++ Kedamaian ++

Seandainya bisa, sesederhana,
Mengulum buah manis bergula,
Saat menyaksikan hari ditutup, lagi dibuka,
Seraya memilih: satu, tiga atau lima.

Seandainya bisa, sesederhana,
Berdiam pisahkan diri dari hiruk pikuk dunia,
Membuai jiwa dengan alunan sajak bernada,
Sembari memandang bulan terbelah tiga.

Seandainya bisa, sesederhana,
Menahan diri dari semua,
Setelah bulan terpenuhi bilangannya,
Dan menyempurnakannya tiga kali dua.

Seandainya bisa, sesederhana,
Mensucikan diri dari cinta dunia,
Setelah bumi sekali mengitari surya,
Dengan hitungan setengah dari tiga,

Seandainya bisa, sesederhana
Menghabiskan waktu bersama-sama,
Mengelilingi dunia jumlahnya empat dan tiga,
Di perawalan bulan penutup masa.

Seandainya bisa, sesederhana,
Membasuh gurun bernama dahaga
Dengan meneguk air penyejuk jiwa,
Dan menyelesaikannya dalam hitungan tiga.

Sesungguhnya semua terdengar sederhana,
Tapi aku tak bisa, aku tak bisa,
Menikmati Kedamaian seperti mereka,
Dan [mungkin] ‘kau katakan aku ‘tak ‘kan bahagia.

Ah biarlah kurangkul dengan cara yang berbeda,
Mungkin ‘kau akan berkata, tidak sewajarnya
Tahukah, aku tidak ingin menjadi apa-apa,
Hanyalah sederhana, namun lebih dari biasa…

Menerangi gelap hidup dengan setitik cahaya,
Membuat belengu-belenggu itu tiada,
Membuat tangisan lapar ‘tak lagi bersuara,
Dan tersenyum menyampaikan kabar benar apa adanya.

Beginilah aku, sekian dari jutaan manusia,
Menjalani hal-hal secara ‘tak biasa,
Yang mungkin bagimu tidaklah sempurna,
Tapi ini cukup bagiku ‘tuk bahagia.


Sydney Ashburner Street, 3 November 2009 21:48

No comments:

Post a Comment