Tahukah engkau [jalan] peng-abdi-an?
Bukanlah bertekad mati ‘mulia’ di bawah bendera pembelaan,
yang sebenarnya pemerangan terhadap mereka yang ‘tak sama;
Bukanlah lantang nyanyikan lagu pengobar semangat,
yang maknanya ‘tak sedikit pun engkau serapi dalam hati;
Bukanlah berapi-api ikrarkan rasa banggamu,
yang ‘tak kunjung terwujud dalam serpihan pun tindakan;
Bukanlah menempuh perjalanan ‘tuk berkumpul dengan kaummu,
yang ‘tak dibekali oleh ilmu dan tujuan yang pasti;
Dan bukanlah berbalut seragam penunjuk identitasmu,
yang sebenarnya adalah warisan nenek moyang pendahulumu.
Tahukah engkau [jalan] peng-abdi-an?
Adalah kerelaan untuk tapaki Jalan Hidup penuh liku dan pengorbanan:
Kebulatan tekadmu ‘tuk berbasuhkan keringat dalam segala upaya,
‘tuk membebaskan mereka yang tercekik rantai perbudakan;
Keikhlasanmu ‘tuk membagi hasil kebunmu ketika ranum berbuah,
‘tuk diberikan kepada mereka yang menjerit-jerit kelaparan di luar sana;
Kedermawananmu ‘tuk selalu tersenyum dan membuka pintu hatimu,
‘tuk memberikan kenyamanan kepada mereka yang ‘tak mengenal kasih sayang orang tua;
Kesediaanmu ‘tuk telusuri jalur sunyi nan gelam dengan lilin di tanganmu,
‘tuk terangi jalan bagi kaum terbuang yang hampir terputus harapan;
Dan tekad ‘tuk ‘tak tumbang dan senantiasa berteduh dalam naungan kesabaran,
ketika badai kesangsian dan gemuruh hujan hujatan menghadang jalanmu.
Itulah peng-abdi-an.
‘Tak membeda-bedakan antara warna, negara, maupun kepercayaan;
Namun dipersembahkan kepada seluruh umat manusia,
Dan semua makhluk yang diciptakan olehNya.
Sydney (UTS Computer Lab Building 2 Level 6), 2 November 13.32
No comments:
Post a Comment