29 November 2009

++ Hanyalah Sebuah Cerita ++

Izinkan aku tuturkan sebuah cerita,
Tentangnya, yang termahsyur di seluruh dunia,
Terkagum semua, baik lelaki mau pun wanita,
Karena sesungguhnya, tiada yang lebih mempesona.

Pagi, siang dan malam berelu-elulah mereka,
Di antaranya melantunkan tembang-tembang cinta,
Dan di antaranya menuliskan sajak-sajak tiada habisnya,
Tentang keindahannya yang ‘tak terungkap oleh kata,


Namun tahukah ‘kau, apa yang dia rasa?
Tidaklah dia bahagia, hanyalah merana,
Karena sendiri walau dipuja oleh semua,
‘Tak satu pun mengerti yang ada di dirinya.

Ada kala, satu dua mencoba mendekatinya,
Hanya berbekal ketulusan, dan sedikit harta,
Untuk mengenalnya, sebagaimana dia apa adanya,
Sayang hanyalah terasingkan mereka, dan tercela…

Dan hilang lah pecinta-pecinta sejati dari hidupnya,
Kini terduduk dia, merasa sendiri saja,
Walau dikelilingi oleh beribu-ribu manusia,
Yang tiada henti memuja-mujanya.

Sembari meneteskan air mata, dia berkata:

‘Tak perlu ‘kau tuliskan sajak beribu-ribu jumlahnya,
‘Tak perlu pula ‘kau nyanyikan tembang-tembang ‘tak bermakna,
Yang aku inginkan hanyalah sentuhan ‘tuk benar-benar dibuka,
Dan dimengerti sehingga menembus jantung dan jiwa.

Namun tiada di antara mereka yang mendengar rintihannya,
Dan dalam kesendirian dia habiskan hidupnya,
Menunggu dan menunggu, agar kelak berubah nasibnya,
Mungkin ‘tak kan terjadi hingga tiba penutup masa.

Sydney, 18 November 2009 23:08

No comments:

Post a Comment