++ Putus ++
Selama masa berjalan bersama,
‘Kutahu irama kita terdengar berbeda,
Namun aku mencoba mengingkari semua,
Yakinkan diri bahwa engkau dan aku adalah sama,
Walau hati kecilku samar berkata… hari ini akan tiba.
Kini di depan persimpangan kita berdiri,
Kugenggam tanganmu, mengira jalan yang sama ‘kan kita tapaki
Tapi perlahan, tanganku engkau lepaskan,
Berkata t’lah engkau tetapkan hati ‘tuk ‘tak mengikuti,
Takdirmu ‘kan engkau ciptakan sendiri.
Dan engkau pun langkahkan kaki ke jalan itu,
Hasrat hatiku ‘tuk meraih tanganmu, menghentikanmu,
Karena ‘kulihat jalanmu berawan kelabu,
Tapi ‘ku ‘tak kuasa, kala kulihat senyum di bibirmu,
Seolah katakan semua adalah yang terbaik, untukmu…
Ah, satu tali terputus sudah,
Dan aku ‘tak berdaya untuk merubah,
Dunia kita yang menjadi dua, terbelah…
Terjadi begitu saja, kala semua terasa begitu indah,
Dan ‘ku kira kita ‘tak ‘kan pernah berpisah.
Kini engkau pun beranjak pergi,
Namun percayalah, aku ‘kan tetap di sini,
Penuh harap, aku ‘kan s’lalu menanti,
Saatnya engkau datang kemari,
Dan menyambung tali yang t’lah engkau putuskan kembali.
Dan apa pun jalanmu, keputusanmu,
Aku ingin engkau tahu, ‘tak ‘kan berubah rasaku padamu,
Karena engkau adalah bagian dari hidupku,
Dan kuyakin masih tersisa tali pengikat kita, walau hanya satu,
Yang ‘tak ‘kan pernah terputuskan oleh waktu.
Sydney (UTS Market Building 5 C1.27) 19 Agustus 2009 11:23
PS: Tidaaak, aku tidak putus dengan siapa-siapa kok hahaha
No comments:
Post a Comment