11 December 2009

++ Percaturan hidup ++

Bagai papan catur hitam dan putih, itulah kehidupan,
Terdapat jalur yang lurus, adapula yang menyimpangkan.
Sering terhenti langkahmu oleh musuh yang menahan,
Kadang harus rela berkorban, agar ajang itu ‘kau menangkan.

Akan kah ‘kau sangka bahwa yang paling kecil nampaknya,
Bisa jauh lebih berharga daripada yang paling besar bentuknya?
Tahu kah ‘kau setiap langkah yang ‘kau ambil adalah sebuah taruhan,
Yan ‘kan tentukan hidupmu ‘kan berbuah kekalahan atau kemenangan?

Namun ingatlah, tidaklah bisa ‘kau anggap hidup sebagai permainan,
Yang bisa ‘kau menangkan dengan sekedar membaca buku panduan.
Dan janganlah ‘kau ikuti, walau mereka terkenal ahli dalam bidangnya,
Karena setiap manusia menjalani hidup yang berbeda.

Ingin ‘ku berseru kepadamu, hai kawan, pergunakanlah akalmu,
Pikirkanlah baik-baik, ke arah mana ‘kau inginkan hidupmu ‘tuk menuju!
Gerakkan bidak-bidak hidupmu sendiri dengan mengikuti kata hati,
Pada akhirnya, semua ‘kan ‘kau pertanggungjawabkan sendiri.

‘Tak ‘kan ada mereka di sampingmu, ‘tak kan mereka menolongmu,
Jika pada [analisa] akhir, ‘kau dapati dirimu kalah dan tumbang semua bidakmu.
Maka percayalah pada dirimu sendiri, dan raihlah kemenangan yang nyata,
Dengan bidak hidupmu yang berdiri, berat jika ditimbangnya.

Sydney Ashburner Street, 9 Desember 2009 00.53

No comments:

Post a Comment